Hidup itu memiliki banyak rasa, kenangan, serta pengalaman. Tetapi bagian dari hidup tak mungkin dapat terulang, karena itu bersyukurlah hari ini.
Minggu, 25 Oktober 2015
Jumat, 18 September 2015
..
Senin, 09 Maret 2015
Karena sering kali jika begitu banyak rasa yang dirasakan, menulis adalah salah satu cara paling tepat untuk mengungkapkannya.
Tulisan ini gak tau kapan tepatnya dibuat ... tapi sepertinya masih nyaman untuk dinikmati.
Senin, 20 Oktober 2014
Tak ada hal yang sempurna di dunia ini, termasuk aku, kamu,dia bahkan sebuah hubungan. Terkadang kita selalu kagum melihat seseorang, bahkan sampai lupa mengucap syukur atas apa yang sudah kita miliki. Terkadang kita ingin menjadi dia, tetapi sebenarnya yang kita tidak ketahui dia pun ingin menjadi seperti kita. Iri terhadap apa yang dimiliki dan dirasakan orang lain, tapi tanpa kita sadari orang lain memiliki kelemahannya yang tidak kita ketahui.
Intinya jangan lupa mengucap syukur, dan berhenti mengeluh. Karena Tuhan telah begitu baik merancang kehidupan kita masing-masing.
Terinspirasi dari film yang diangkat dari sebuah novel :)
Sabtu, 11 Oktober 2014
Jumat, 01 Agustus 2014
Pah
Kalau mencinta jangan terlalu cepat, nanti kamu menyesal diiringi kegelisahan
Kalau mencinta jangan berlebihan, nanti kamu kecewa lalu tak bahagia
Kalau mencinta jangan pernah kau merengkuh terlalu kuat, nanti ia sakit lalu pergi dan kamu menyesal ...
Itu semua kata-kata papa yang entah kenapa ia ucapkan.
Mungkin itu sedikit dari sekian banyak ketakutan papa pada anak perempuannya. Takut anak perempuannya salah pilih, lalu menangis. Terlalu takut melepas anak perempuannya pada sembarang lelaki. Dan mungkin takut anak perempuannya tak mampu menjadi pasangan terbaik bagi lelakinya.
Sabtu, 12 Juli 2014
Satu Tahun ....
Dan hari itu ternyata datang, hari yang menentukan masa depan aku dan kamu. Saat dimana kita berdiri berhadapan. Saling menatap dalam diam, dan seolah membaca perasaan masing-masing yang tersirat didalam keheningan.
Rasa itu terungkap kembali, rasa yang sama namun kini tak lagi hadirkan ego masing-masing. Sayang itu kembali terucap, diselipi janji untuk tak lagi mengulangi kesalahan yang pernah ada.
Terima kasih untuk semua waktu yang kita habiskan bersama. Terima kasih untuk pundak dan bonus genggaman hangat jemarimu yang selalu menguatkan aku. Terima kasih untuk semua doa yang selalu ada bersama kita.